Selasa, 17 April 2012

Aku mencintaimu karena Allah



Cinta,,,
Itulah yang aku rasakan semenjak pertemuan kita dulu,
Aku menjadi wanita yang paling bahagia saat kau memintaku untuk menjadi pendamping hidupmu,
Semula aku sangat ragu, bagaimana mungkin aku bisa menerimamu dengan pertemuan yang relatif singkat itu,
Tapi kau  terus meyakinkanku bahwa kau bisa menerimaku apa adanya,
Kau buat sebuah permisalan, ada 2 buah rumah yang kau beli dalam waktu yang  bersamaan. 1 rumah kau rawat dan sering kau jaga kebersihannya, sementara yang lain kau biarkan begitu saja hingga rumah itu akan usang.
Seperti itu juga kau ingin merawatku,
Aku berusaha meyakinkan perasaamku untuk bisa menerimamu, walau kita belumlah tahu satu sama lain,
Kumulai perjalanan itu dengan bismillah,
Kurasakan kebahagiaan itu, kau begitu perhatian padaku,
Tapi hari demi hari kulalui,
Ku merasa sendiri,tapi aku berfikir mungkin kau sibuk dengan tugasmu,
Aku menyapamu, tapi jarang sekali kau balas. Lagi-lagi akuberfikir kalau kau sibuk sehingga aku tak ingin mengganggu.
Aku kangen ka,
Itu yang sering aku lontarkan padamu,
Kupendam rasa rindu itu, kupendam rasa sepi itu, kupendam rasa gundah itu,
Cemburu,
Ya terkadang aku merasakannya, ketika aku disampingmu begitu sibuk kau balas pesan-pesan yang masuk,
Sementara pesanku ?
Kita dalam satu ruangan, aku tersenyum
Tapi kau hanya lewat seakan aku tidak ada
Profesionalisme ?
Ya, mungkin itu yang ingin kau tunjukkan,
Tapi jujur aku merasa tak dianggap ada.
Aku kubur dalam-dalam perasaan itu,
Aku sakit,
Aku tak ingin kau tahu apa yang terjadi padaku,
Dengan fikiran aku tak ingin membuatmu khawatir,
Tapi dengan mudah kau menganggap bahwa aku sudah bosan padamu,
Sering kita berbeda persepsi hingga menimbulkan pertengkaran  yang dahsyat,
Kau memarahiku, membentakku, bahkan mengusirku di depan teman-temanmu,
Aku ingin sekali menangis, ta pi kutahan air mata itu sampai dada ini sakit
Aku diam, aku bicara sama saja aku salah dihadapanmu,
Aku tak tahu, apakah memang benar kalau aku yang selalu menyebabkan permasalahan itu ?,
Tapi aku tak akan melawan,
Aku menerima kalau itu kesalahnku,
Permintaan maaf sudah sering aku lontarkan,
Sampai kau bilang bahwa kau begitu bosan untuk memaafkanku,
Orang lain menganggap betapa bodohnya aku, karena tetap bertahan dengan orang yang mereka anggap egois
Sering aku mendengar kalau kau bersama dengan wanita lain,
Tapi aku tampik kabar itu, aku yakin kalau kau tidak akan mengkhianatiku
Aku merasa kalau aku berusaha memenuhi kebutuhanmu,
Aku selalu berusaha ada disaat kau membutuhkanku, walau dengan segelumit tugas yang harus aku kerjakan,
Tapi aku memilih untuk ada disampingmu,
Suatu saat kau bilang kalau aku tidak pernah memprioritaskanmu ?
Apa buktinnya ?
Saat kau sakit aku berusaha merawatmu,
Saat kau bilang ingin bertemu aku berusaha datang,
Aku tak ingin menjadi orang yang perhitungan
Aku mencintaimu dengan tulus dan ikhlas,
Sehingga apapun yang menimpaku aku berusaha menghadapinya dengan sabar
Aku ingin tahu, sapmpai mana aku bisa sabar dengan semuanya…?
Alhamdulillah akupun tidak menyangka kalau masih bisa sabar dengan semua ini,
Kau akan pergi,
Itu kabar yang kau berikan padaku,
Aku sangat berat kau melepaskanmu, tapi karena itu tugas aku tak bisa membantah,
Entah kenapa hati ini begitu gelisah, gundah dan cemas,
Aku melepasmu dengan iringan do`a,
Semoga Allah menjagamu, senantiasa memberimu kesehatan, dan mengembalikanmu kesisiku dengan selamat.
Ya Rabb, aku menantinya…
Dalam penantianku, senantiasa dalam langkahku do`a terlontar untukmu,
Kujaga kehormatanku dan kehormatanmu,,,,
Selayak seorang istri yang menjaga kehormatan suami dikala dia tidak ada.
Semoga ketika kau kembali bisa melihatku dengan penuh kerinduan,
Menyapaku dengan hangat dan disertai senyuman yang tulus,
Memanjakanku,
Begitu indahnya khayalan itu,
Aku menantimu ka disini,
Kulihat tanggal itu, kulihat pesan-pesan yang penuh dengan kemanjaan,
Aku tersenyum,
Aku tak sabar menanti pertemuan denganmu,
Tapi perasaan ini tiba-tiba menjadi sakit,
Apakah kau sakit disana ?
Kau bilang kau sedang tidak enak badan,
Aku menangis,
Betapa tidak bergunanya aku,
Lagi-lagi semua kuserahkan pada sang Illahi,
Ku mengadu, ku berharap, dank u meminta,
Alhamdulillah kau kembali dengan sehat dan selamat
Betapa Agungnya Engkau ya Rabb,
Kau mengabulkan do`aku,,,
Detik-detik pertemuan itu begitu tak sabar aku nanti,
Aku ingin kembali disampingmu,


Tapi malam itu,
Sungguh sangat mengejutkan, selama  ini aku mencintaimu dengan tulus tapi kau bilang bahwa belum bisa menerima kehadiranku,
Secara tidak langsung, kau hanya pura-pura mencintaiku
Kau bilang kau trauma oleh mantan-mantanmu
Karena mereka pergi darimu
Dan kau sakit hati,
Kau mengujiku ?
Pernahkah kau tahu betapa sakitnya hati ini ? tapi aku selalu tersenyum dihadapanmu,
Demi membuatmu bahagia dan selalu tersenyum,
Tanpa aku memperdulikan betapa sakitnya hati ini,
Aku yakin Allah yang akan membalas atas semua ini,
Aku akan tetap sabar dengan semua ini, aku yakin suatu saat engkau akan berubah
Kembali kepada suatu kebenaran,
Tak sedikitpun aku membayangkan kau akan pergi,
Aku menangis ka,
Pernahkah kau mengusap air mata itu ?
Air mata itu terus saja mengalir
Aku menanti,
Tak sedikitpun aku ridha orang lain bicara yang negatif tentangmu,
Sakit hatiku saat mereka bilang seperti itu,
Mungkin kau bilang biarlah mereka bicara seperti itu, nanti Allah yang akan menegur mulut mereka,
Tapi bagaimana mungkin mereka akan diam ? sementara engkau terus melakukan apa yang mereka ucapkan,
InsyaAllah aku akan tetap bersamamu,
Menemanimu dalam setiap langkahmu, walau aku sering kau tinggalakan
Tapi aku mengerti karena itu tugas yang harus kau laksanakan
7 Agustus 2011
Malam itu,
Aku masuk rumah sakit,
Tak kuasa aku menahan rasa sakit itu,
Kau datang tepat jam 23.30, saat ada kakakmu disana
Aku bilang tak apa-apa kau  tidak datang
Temani saja kakakmu,
Aku akan baik-baik saja,
Tapi tak kusangka, semua begitu sakit
Kau membawaku ke Rumah Sakit Hasan Sadikin
UGD...
Itulah kamarku sekarang, untuk melakukan serangkain tes.
Aku terharu dan bahagia,,
Aku menngguiku sambil terus menggodaku,,
Sore itu,
Ma`af kalau aku lancang...
Saat kau mandi dan menitipkan hp mu,
Tah kenapa, aku ingin sekali melihat apa saja yang ada di hpmu..
Pertamanya, aku Cuma lihat musik dan foto
Kemudian perlahan bergerak ke arah pesan dan telepon,,,
Air mataku terjatuh ka,
Nama Rotuarahmi dan Indri tertera disana,
Siapa mereka ?
Ya mungkin mereka temanmu,
Tapi, saat kubaca pesan itu...
Ada kata...dinda..selalu ingat...
Apa arti kata itu semua ?
Air mataku  semakin terjatuh,,,sesak dada ini,,,
Aku tak bisa berkata apa-apa
Hanya mngembalikan semuanya dengan tersenyum
18 Agustus 2011
Saat itu kau pamit untuk pergi..
Ya, pastinya aku tak bisa melarang..
Karena itu semua adalah tugasmu. Dan akupun tak bisa ikut karena ada tugas yang harus kuselesaikan,
Selama engkau disana, hati ini semakin hari semakin sesak.
Ya mungkin karena aku sakit,
Tapi tak cukup dengan obat yang biasa ku makan
Ada apa ini ?
Aku berusaha kembali bertugas, dan disana aku bertemu denganmu,,
Aku senang...tapi air mata ini ingin sekali terjatuh,
Aku memanggilmu,,,
Tapi entah,,tak kedengaran mungkin,,,,
Hingga kau tak menoleh..
Kau kecewa...
Maafkan aku...karena aku tak berpamitan padamu,
Maafkan aku,
24 Agustus 2011
Berakhir semuanya..kau memustuskanku via sms
Kau bilang aku tak bisa menjaga nama baikmu,
Siapa yang merusak nama baik ?
Kenapa kau tak bisa menjaga nama baikmu sendiri ?
Jadi, semua kesalahanku ?
Sudahlah, itu sudah biasa. Aku tak bisa apa2…
Aku pasrah ka…
Walau sakit dan banyak sekali yang kau tinggalkan dalam diriku,
Aku harus terima,
Toh itu semua adalah kesalahanku, yang tak bisa menjaga diri dan kehormatanku,
Selamat tinggal,

WALAU SUDAH   BERAKHIR
Semua begitu aneh bagiku,
Begitu sakit..saat mendengar pengakuan perempuan lain tentang apa yang kau katakan ,
tentang diriku
kenapa kau begitu kejam ?
masalah..masalah..masalah…
itu yang terus terjadi antara kita..
kau bilang akan bertanggung jawab,,,
bagaimana mungkin ku percaya ???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar